Ibadah Haji Melatih Kita Untuk Ikhlas & Rendah Hati

Mina hajjJika kita cermati lebih jauh arti dari ucapan Talbiyah pada saat kita melaksanakan ibadah haji maupun umrah, yaitu “Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariikalaka labbaiik, innal hamda wani’mata laka walmulk laa syariikalaka”, maka kita akan mengerti bahwa sesungguhnya kita datang ke Baitullah dengan meninggalkan ‘atribut’ keduniawian kita. Kita datang berhaji dengan meninggalkan status dan jabatan kita, meninggalkan keluarga dan harta kita di rumah. Kita datang hanya berbekal keimanan dan ketakwaan yang kita miliki. Bahkan pakaian yang dikenakan pun sangat sederhana, hanya menggunakan 2 helai kain ihram bagi jama’ah pria dan menggunakan pakaian menutup aurat yang sederhana yang dikenakan oleh jama’ah perempuan. Kita datang tidak untuk maksud yang lain kecuali hanya untuk memenuhi panggilan Allah SWT.Di sinilah kita akan banyak dilatih tentang  ketauhidan, kesabaran, keikhlasan dan rendah hati.

Ust. Aam Amiruddin saat memberikan materi Cara Haji Rasulullah Saw

Itulah salah satu penggalan materi yang disampaikan oleh Ust. Aam Amiruddin dalam acara manasik haji terpadu PERCIK Tours yang dilaksanakan pada tanggal 07-09 Juli 2017 di Isola Resort Hotel Bandung. Dari 285 jama’ah calon haji yang telah mendaftar di PERCIK Tours, 43 jama’ah akan berangkat tahun 2017 ini. Insya Allah jama’ah calon haji PERCIK Tours akan berangkat ke Makkah untuk mengawali rangkaian program Ibadah Haji pada tanggal 17 Agustus 2017 menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines dengan nomor penerbangan SV 817 yang Insya Allah akan take off dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng pada pukul 20.00 WIB.
Lebih lanjut Ust. Aam Amiruddin menambahkan menjadi haji mabrur merupakan cita-cita setiap muslim yang melaksanakan ibadah haji, karena tidak ada balasan bagi haji yang mabrur kecuali maghfirah (ampunan) Allah swt. dan surga-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah saw. dalam hadis-hadis, “Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Suatu umrah ke umrah merupakan penghapus dosa antara keduanya. Dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.” (H.R. Jamaah, kecuali Abu Daud). Dalam Hadis lain, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang ibadah haji dan tidak rafats (bicara tidak senonoh) dan tidak berbuat fusuk (dosa), maka akan terampuni dosanya seperti seorang bayi yang baru lahir dari ibunya.” (H.R. Bukhari, Muslim, Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Ciri bahwa seseorang itu menjadi haji mabrur adalah terjadi perubahan ke arah yang lebih baik. Misalnya, sebelum  berhaji sering terlambat shalat wajib, setelah berhaji selalu shalat awal waktu; sebelum haji jarang ke majelis ta’lim, setelah berhaji menjadi rajin; sebelum berhaji tidak pernah shalat tahajud, setelah berhaji menjadi sering tahajud.

Pengarahan praktek memakai kain ihram kepada jamaah calon haji

Dalam acara Manasik Haji ini pun dipaparkan bagaimana caranya agar semua jama’ah haji tetap menjaga kenyamanan dalam beribadah terutama dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Seperti yang disampaikan oleh Ust. Yogi P. Sugiar dalam sesi materi Teknis Perjalanan Haji 2017, bahwa haji 2017 ini jatuh pada bulan Agustus yang merupakan puncaknya musim panas. Suhu rata-rata kota Makkah di bulan Agustus-September berkisar antara 40o C – 50o C dengan kelembaban udara sekitar 10 persen. Kelembaban udara sebanyak 10 persen ini sangat berbeda dengan Indonesia yang memiliki kelembaban udara antara 60 – 90 persen. Perbedaan cuaca inilah yang sering menyebabkan kendala kesehatan dan kebugaran jama’ah haji selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
Lebih lanjut Ust. Yogi mengemukakan ada beberapa hal yang dianjurkan untuk dilakukan oleh para jama’ah haji selama berada di Tanah Suci, diantaranya :

  1. Perbanyaklah minum air putih minimal 8 gelas per hari untuk menghindari dehidrasi (kekurangan cairan). Jangan khawatir sering buang air karena tingkat kelembaban di Tanah Suci sangat rendah.
  2. Dianjurkan untuk memakai masker kain yang dibasahi untuk menjaga kelembaban daerah mulut dan tenggorokan juga untuk menghindari terhirupnya debu.
  3. Hindari es atau minuman dingin untuk mencegah batuk dan influenza.
  4. Sediakanlah selalu obat flu (pilek) kemanapun pergi baik saat ibadah di masjid, ziarah, ataupun shopping.
  5. Untuk menghindari kulit kering pakailah sabun yang mengandung pelembab, memakai pelembab wajah, bibir, dan lotion pelembab badan.
  6. Pilihlah pakaian yang berbahan lembut dan tidak kasar (jangan wol) untuk pakaian yang langsung bersentuhan dengan kulit. Karena pada keadaan kulit kering, bahan kasar akan merangsang timbulnya gatal.
  7. Istirahat secukupnya. Jangan terlalu memforsir tubuh untuk terus beribadah tanpa memperhatikan kondisi badan karena tubuh kita juga perlu istirahat.
  8. Makan makanan bergizi dan sehat secukupnya secara teratur. Meskipun makanan khas Indonesia yang disajikan di Tanah Suci tetapi rasanya tetap saja berbeda. Jangan sampai terlambat makan atau tidak makan.
  9. Pakailah baju hangat apabila pergi ke masjid di malam hari.
  10. Pakailah sunglasses pada siang hari saat terik matahari agar penglihatan tetap nyaman.

Dalam kesempatan manasik haji terpadu ini pun dibahas seputar fiqih praktis perjalanan Umrah dan Haji. Pada materi ini giliran Ust Priyatna Mukhlis dan Ust. Maman Chatamallah yang memaparkan beberapa pelaksanaan, aturan, dan praktik ibadah yang bisa dilakukan saat para jama’ah sedang di perjalanan maupun selama tinggal di kota Makkah maupun Madinah. Adapun materi yang disampaikan diantaranya meliputi : tata cara shalat jama’, qashar, tayamum, shalat jenazah, sujud tilawah dll.

Jama’ah calon Haji Percikan Iman saat melaksanakan Praktik Manasik Haji di Bandung tgl 09 Juli 2017

Acara manasik diakhiri dengan praktek ibadah haji di lapangan. Seluruh jama’ah mempraktekan seluruh ibadah yang sudah dijelaskan dalam manasik teori di dalam kelas. Dengan adanya praktek ibadah haji ini diharapkan seluruh jama’ah bisa memahami lebih konkrit tahapan-tahapan ibadah Umrah maupun Haji.


Share This :