MUSLIM TOUR
Menelusuri Jejak para Nabi & Rasul
EGYPT-PALESTINE-JORDAN


Agenda Terdekat Tour Jejak Nabi & Rasul:
26-31 DES’17 || 21-31 JAN’18 || UMRAH PLUS AQSA || JADWAL UMRAH 2018 || DAFTAR ONLINE


Di dalam ajaran Islam kita mengenal banyak sejarah para nabi. Sebanyak 25 nabi dan rasul yang disebutkan dalam Alquran, diutus di empat wilayah, yakni Jazirah Arabia, Irak, Mesir, serta Syam dan Palestina. Nabi dan rasul yang terbanyak adalah diutus di wilayah Syam dan Palestina. Jumlahnya mencapai 12 orang. Mereka adalah Luth, Ishak, Ya’kub, Ayub, Zulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Zakaria, Yahya, dan Isa AS. Allah SWT mengutus para nabi dan rasul semuanya untuk menyeru umat manusia agar senantiasa beriman kepada Allah dan berbuat kebajikan, serta menjauhi segala keburukan. Beragam kisah, sejarah para nabi dan rasul dalam menyeru umatnya untuk beriman kepada Allah terekam dengan jelas di dalam Kitab Suci Al-Qur’an.

Saat ini kita bisa menelusuri jejak sejarah para nabi dan rasul di tiga negara: Mesir, Palestina, dan Jordan. Berbagai peninggalan sejarah masih eksis disana. Diantara nya jejak sejarah di Gunung Sinai/Thursina Mesir terdapat situs Nabi Musa as saat menerima wahyu serta maqam/situs Nabi Harun as., serta beberapa Maqam (situs/memoriam) seperti Maqam Nabi Sholeh di Jordan, Maqam Nabi Ibrahim, Nabi Sulaiman, dll.

Tidak hanya sejarah para nabi dan rasul, kita juga bisa menelusuri sejarah perjuangan umat Islam dari zaman Rasulullah Saw, masa kekhalifahan Khualafaur Rasyidin, sampai dinasti Muawwiyah dan Abbasyah. Kita bisa mengunjungi Masjid Umar, Masjid Salman Al-Farisi di Jerusalem, Benteng Salahuddin dan Makam Imam Syafei di Mesir, Goa Ashabul Kahfi di Jordan. Juga banyak situs-situs sejarah lainnya yang sangat menarik untuk ditelusuri.

Muslim Tour Jejak Para Nabi & Rasul menghadirkan jalur wisata dari rentang negara Mesir, Palestina dan berakhir di negara Jordan. Banyak destinasi yang menarik dikunjungi dengan nilai sejarah yang tinggi, diantaranya:

 

Great Pyramida, Giza

Great Pyramida, Giza-Egypt
Di Mesir umumnya piramida digunakan sebagai makam raja-raja Mesir Kuno yang dikenal dengan nama firaun. Piramida pun tidak dibuat sembarangan. Para insinyur Mesir kuno menghitung dulu jarak piramida dengan matahari, karena matahari adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan masyarakat Mesir kuno. Ilmuwan masa kini pun mengakui kehebatan mereka dalam membangun piramida yang termasuk tujuh keajaiban dunia ini. Waktu, harta, dan tenaga yang dikeluarkan demi pembangunan piramida pun luar biasa banyaknya. Pembangunan piramida membutuhkan waktu sekitar dua puluh tahun dan mempekerjakan lebih dari sepuluh ribu budak, dan banyak yang nyawanya melayang. Piramida terbesar berada di Giza. Koleksi lengkap tentang makam para raja Mesir dan peninggalan budaya Mesir kuno juga bisa dilihat di Egyptian Museum di pusat kota Cairo Mesir.

 

Amru bin Ash Mosque, Cairo

Masjid Amru bin Ash, Cairo-Egypt : Masjid tertua di Benua Afrika 
Tahun 641 Masehi bertepatan dengan tahun ke 21 Hijriah, Amru bin Ash berhasil merebut wilayah Mesir dari kekuasaan emperium Romawi. Amru bin Ash adalah salah satu sahabat baginda Rosulullah Saw. beliau mengemban amanat sebagai Jenderal perang semasa pemerintahan Khalifah Umar Bin Khattab. Pada tanggal pada 1 Muharram 20 H./8 November 641 M, Amru bin Ash memproklamirkan kota Fustath (kini bagian dari Kairo Tua) sebagai Ibukota wilayah Islam di Mesir dan beliau sendiri ditunjuk oleh Khalifah Umar sebagai Gubernur Mesir Pertama.

Masjid Amru Bin Ash ini seringkali disebut sebagai ‘Taj Al-Jawami’ atau ‘Mahkotanya Masjid’. Mesjid yang berada di wilayah Fusthath dibagian kota tua Kairo ini merupakan masjid pertama di Mesir dan Benuar Afrika. Meski bangunan asli yang dibangun semasa Amru bin Ash sudah tak tersisa lagi, namun sejarah awal pembangunannya menjadikan masjid ini memegang peranan penting bagi peradaban Islam di Mesir dan benua Afrika.

 

Sinai Mountain, Egypt

Gunung Sinai/Thursina, St. Catherine – Egypt
Terletak di perbatasan Mesir-Palestina terdapat pegunungan yang sangat bersejarah yaitu Gunung Sinai atau Gunung Thurshina. Gunung ini terletak di semenanjung Sinai dan Mesir, ketinggian gunung ini 2.285 meter dari dataran, dan berada pada bagian pegunungan disebelah selatan. Kenapa harus mengunjungi Gunung Sinai?, karena disamping tempat singgah sebelum masuk ke Palestina di gunung Sinai inilah Nabi Musa as. menerima 10 Hukum Perintah Allah, dimana Allah sendiri turun langsung dan bertemu Nabi Musa as.

 

Group PERCIK Tours saat tour di Mesir

 

Kota Jericho, Palestina

Jericho, Palestine: Kota tertua Dunia (8000 SM)
Jericho atau Yerikho atau Ariha merupakan kota yang dipercaya sebagai kota tertua yang pernah dihuni manusia. Kota ini berada di daerah Tepi Barat, di dekat Sungai Yordan. Sisa-sisa peradaban kuno di kota ini masih bisa dilihat sampai sekarang. Secara geografis, Jericho adalah kota yang unik karena berada 244 meter di bawah permukaan laut. Hal itu membuat Jericho juga menjadi kota yang terletak paling rendah di dunia. Di Jericho pula terdapat banyak restoran, kafe dan toko souvenir yang menjual berbagai cenderamata untuk tiga agama, mulai dari keramik bertulis ayat suci Alquran hingga rosario dan patung Bunda Maria.

Old City Jerusalem-Palestine

Tembok Ratapan diantara Bangunan Masjidil Aqsa

Jerusalem merupakan kota 3 Iman. Kota ini melingkupi sejarah panjang 3 agama samawi terbesar dunia: Islam, Kriten, Yahudi. Bagi umat Islam, Baitul Maqdis (sekarang Jerusalem) merupakan tempat yang dihormati karena disinilah terdapat kompleks Masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama dan masjid suci ketiga terbesar setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjidil Aqsa juga sebagai tempat transit Rasulullah Muhammad Saw saat sebelum menuju langit ke-7 pada peristiwa Isra’ Mi’raj.

Sementara itu bagi umat Kristiani, di Kota Jerusalem ini lah Yesus disalib dan dibangkitkan. Dan bagi umat Yahudi, Kota Tua Jerusalem adalah tempat paling suci, situs bekas kerajaan Israel dan kuil-kuil Yahudi. Oleh karenanya disamping Kompleks Masjidil Aqsa yang saat ini dijadikan tempat ibadah shalat umat muslim dunia, di Jerusalem ini juga kita akan menemukan Gereja Makam Kudus tempat pensaliban Jesus Kristus. Gereja tertua yang posisinya ada disebelah utara Masjidil Aqsa ini masih dipakai sampai sekarang untuk tempat ibadah umat kristen terutama umat Katolik dan Ortodoks. Ke arah barat dari Masjidil Aqsa kita akan menemukan tempat peribadatan umat Yahudi, yaitu Tembok Ratapan / Western Wall. 
Masjidil Aqsa: Masjid Suci Ke-3 Umat Islam

Kompleks Masjidil Aqsa, Palestina

Masjid Al-Aqsa pertama kali dibangun oleh Nabi Ya’kub AS dan direnovasi oleh Nabi Daud AS kemudian disempurnakan oleh Nabi Sulaiman AS. Masjid Al-Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun diatas dunia ini setelah Masjid Al-Haram (Makkah).Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan, Abu Dzar RA meriwayatkan bahwa ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang masjid pertama yang dibangun di muka bumi, Rasul menjawab : ”Masjid Al-Haram.” Abu Dzar bertanya lagi, ”Selanjutnya masjid apa?” Beliau menjawab, ”Masjid Al-Aqsa.”

Abu Dzar bertanya lagi, ”Berapa lama jarak pembangunan keduanya?” Rasulullah SAW berkata, ”40 tahun.” Lalu Allah menjadikan bumi ini bagi kalian sebagai masjid. Oleh karena itu, kapanpun waktu shalat, lakukanlah shalat diatasnya, karena dia memiliki keutamaan.”

 

Masjid Ibrahim, Hebron-Palestina

Kota Hebron, Palestina
Hebron adalah nama lain dari al-Khalil, yaitu nama yang disematkan pada Nabi Ibrahim AS. Hebron terkadang disebut pula dengan nama Hebrew. Kota ini terletak di Tepi Barat, Palestina. Ia merupakan salah satu kota terbesar di Tepi Barat, atau sekitar 30 kilometer di selatan Yerusalem. Hebron merupakan salah satu pusat perdagangan di Tepi Barat. Di wilayah ini banyak diperdagangkan berbagai kebutuhan sehar-hari, seperti anggur, buah ara, kapur, tembikar, dan susu. Kota ini juga ramai di kunjungi. Sebab, di kota ini terdapat makam Nabi Ibrahim AS dan istrinya, Siti Sarah. Karenanya, Hebron merupakan salah satu kota suci bagi Yahudi, karena Nabi Ishak dan Ya’kub dimakamkan di sini. Juga istri Nabi Ishak yang bernama Ribka, dan istri Nabi Ya’kub, Leah.

Pada era Isa al-Masih, di pemakaman ini dibangun sebuah tembok yang mengelilinginya dan kawasan ini dinamakan dengan Kampung Rumah Ibrahim al-Khalil. Tak salah bila Kota Hebron ini disebut dengan Kota Tiga Nabi, yakni Nabi Ibrahim, Ishak, dan Ya’kub.

Saat ini UNESCO telah menetapkan Kota Tua Hebron sebagai Situs Warisan Palestina.

 

Gerbang masuk Masjid Umar bin Khatab, Jerusalem

Masjid Umar Bin Khatab
Kembalinya Yerusalem kepangkuan Islam tidak menyebabkan umat Muslim bersikap intoleran terhadap penganut agama lain. Ini dibuktikan dengan sikap kalifah Umat bin Khattab yang enggan shalat di gereja.

Sesampainya di kota, Umar disambut Uskup Patriarch. Umar diajak ke beberapa tempat suci di kota. Uskup membukakan Gereja Makam Suci kala waktu dhuhur tiba. Maksudnya, Umar dipersilakan shlat dulu di gereja itu. Namun, hal tersebut ditolak Umar.

“Jika saya melaksanakan shalat di gereja ini, saya khawatir para pengikut saya yang tidak mengerti dan orang-orang yang datang ke sini dimasa yang akan datang akan mengambil alih bangunan ini kemudian mengubahnya menjadi masjid, hanya karena saya pernah shalat di dalamnya. Mereka akan menghancurkan tempat ibadah kalian. Untuk menghindari kesulitan ini dan supaya Gereja kalian tetap sebagaimana adanya, maka saya shalat diluar,” ucap Umar yang tetap menghormati pemeluk agama lain dalam wilayah perlindungan Islam.

Ketika Umar meminta diantar ke bekas Kuil Sulaiman, dia mendapati reruntuhan itu tidak terawat. Ada banyak kotoran dan timbunan sampah. Umar dan shahabat lainnya membersihkan tempat itu dan menjadikannya tempat shalat. Ke depannya, di tempat ini berdiri sebuah masjid atas perintah Umar. Masjid itu dinamai dengan Masjid Umar.

Group PERCIK Tours saat berphoto di dalam kompleks Masjidil Aqsa, Jerusalem

 

PETRA-Jordan

Pada Juli 2007 Petra dinobatkan sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia. Petra dibangun oleh raja Aretas IV pada tahun 9 Sebelum Masehi hingga tahun 40 Masehi. Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘batu’, Petra sendiri merupakan simbol dari sebuah perlindungan. Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.

Suku Nabatean membangun Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjir mendadak. Mereka juga memiliki teknologi hidraulik untuk mengangkat air. Terdapat juga sebuah teater yang mampu menampung 4.000 orang. Kini, Istana Makam Hellenistis yang memiliki tinggi 42 meter masih berdiri impresif di sana.

Petra yang dijuluki “Kota yang Hilang” pada tahun 2010 dikunjungi 800.000 wisatawan baik dari dalam maupun luar negara Yordania. Tiket masuk kawasan Petra di banderol 50 J.D atau sebesar Rp 954.000 untuk satu hari kunjungan.

 

Goa Ashabul Kahfi, Amman Yordania

Goa Ashabul Kahfi – Amman, Yordania
Terdapat beberapa versi keberadaan Goa Ashabul Kahfi. Salah satunya yang ada di Abu Alanda, 8 km dari Amman, ibu kota Yordania. Dalam catatan sejarahnya, goa ini ditemukan oleh arkeolog Yordania, Muhammmad Taisir Dhabiyyan, pada 1963. Di dalam goa ini masih dapat dilihat inkripsi Yunani Kuno pahatan Kaum Tsamud, meski keadaan sudah memudar.

Kisah para pemuda Ashabul Kahfi terekam dalam Al-Qur’an dan menjadi salah satu nama surat, yaitu Surat Al-Kahfi. Goa ini berkaitan dengan kisah tujuh pemuda yang tertidur lelap selama 309 tahun (dalam hitungan hijriyah dan 300 tahun dalam hitungan masehi). Mereka melarikan diri dari kekejaran Raja Dikyanus demi mempertahankan akidah mereka. Ketujuh pemuda itu ialah, Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus, dan Thamlika, serta seekor anjing bernama Kithmir.

Versi lain menyebutkan, gua Ashabul Kahfi terletak di Ephesus, 73 km dari Izmir, berdekatan dengan desa Ayasuluk di lereng Gunung Yanardag, Turki. Ada pula pendapat mengatakan, lokasinya di Pegunungan Qasiyun, Kota Shalihiyah, Damaskus. Suriah. Namun, banyak yang mengklaim bahwa yang paling akurat mendekati ciri-ciri yang disebutkan di dalam Al-Qur’an adalah yang berada di Amman, Yordania. Wallahu ‘alam.

Laut Mati, Yordania

Laut Mati
Laut mati merupakan kawasan menyerupai danau yang membelah negara Palestina dan Yordania. Laut Mati menjadi salah satu tujuan utama bagi wisatawan yang tidak berkunjung ke Yordania, terlebih wisatawan dari Indonesia baik dalam rangkaian tour maupun selepas melaksanakan ibadah umrah di tanah suci.  Laut Mati sebenarnya adalah sebuah danau yang membujur di sepanjang perbatasan Palestina dan Yordania. Tepatnya berada di wilayah barat Palestina, serta timur Yordania. Panjang Laut Mati ini mencapai 75,6 km, lebar 16 km dan total luas permukaanya 579 km2. Kedalamannya tercatat mencapai 390 meter. Beberapa literatur menyebut sumber air di Laut Mati berasal dari lembah Danau Galilea yang dialirkan melalui Sungai Yordania.

Laut yang disebut berada di titik terendah permukaan bumi yakni 417,5 meter di bawah permukaan laut (mdpl) itu sangat mempesona. Salah satu alasan disematkan nama ‘Laut Mati’ karena nyaris tak ada kehidupan di dalam atau di pinggirnya. Kandungan garam di Laut Mati mencapai 33 persen dan tingkat keasinannya 10 persen lebih tinggi dari laut lainnya. Hal ini menyebabkan semua benda bisa mengapung di Laut Mati, termasuk manusia.

 

 


Agenda Terdekat Tour Jejak Nabi & Rasul:
26-31 DES’17 || 21-31 JAN’18 || UMRAH PLUS AQSA || JADWAL UMRAH 2018 || DAFTAR ONLINE


Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*