Umrah atau Haji dengan sistem MLM apakah diperbolehkan?

PERTANYAAN– Ass.wr.wb. Ustadz apakah ibadah umrah/haji dengan menggunakan dana talangan dari bank dibenarkan dan bagaimana dengan mlm umrah dan haji yg sekarang sedang marak karena dr mui belum mengeluarkan fatwanya, apakah ini hanya persaingan bisnis saja? Wss.wr.wb

Andry Herdiana

JAWABAN —

1. Kewajiban haji datang bila seseorang dipandang telah mampu (istitha’ah) untuk melakukan perjalanan ibadah haji. Allah Swt. berfirman,

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Q.S. Ali Imran [3]: 97)

Ruang lingkup mampu yang menjadi syarat berhaji di antaranya adalah mampu membiayai perjalanan haji dan membekali mereka yang menjadi tanggungan selama berada di Tanah Suci. Biaya yang dimaksud tentunya merupakan hasil ikhtiar, baik dilakukan dengan tangan sendiri atau melalui kebaikan orang lain, sehingga terkumpul biaya setelah semua kebutuhan primer sehari-hari terpenuhi. Itulah yang menjadi alat ukur kemampuan seseorang dalam memenuhi pembiayaan haji. Artinya, selama dia mampu memenuhi kebutuhan haji tanpa meninggalkan beban berat di kemudian hari, maka bisa jadi ia telah memenuhi syarat mampu tersebut.

Demikian pula halnya dengan yang penanya maksudkan mengenai boleh tidaknya menunaikan haji yang pembiayaannya diambil dari hasil pinjaman. Untuk menentukan boleh tidaknya biaya haji dari pinjaman adalah dengan mengembalikannya pada alat ukur tadi. Jika pinjaman tersebut terukur dan sudah diperhitungkan dengan matang mengenai kemungkinan sumber pendapatan untuk membayarnya, maka berhaji dari dana pinjaman tidak menjadi masalah. Namun, jika pinjaman dana haji tersebut dilakukan dengan kondisi ekonomi yang belum matang sehingga setelah berhutang membuat kehidupan ekonomi menjadi morat marit, maka niat berhaji tersebut sebaiknya ditangguhkan sampai keadaan memungkinkan.

Kesimpulannya dana talangan dari Bank hukumnya halal karena bank akan mengabulkan permohonan talangan setelah mengevaluasi kemampuan calon jamaah untuk  mengembalikan pinjamannya.

2. Pertanyaan yang kedua ini prinsipnya bisa mengacu ke jawaban yang pertama yaitu orang yang akan berangkat haji atau umrah harus istitha’ah (mampu). Berangkat Haji atau Umrah dengan cara MLM hukumnya haram karena  tidak jelas  hak kepemilikan harta orang yang akan berhaji atau berumrah tersebut.   Haji dan umrah harus jelas kepemilikan hartanya karena  syaratnya yang tadi harus istitha’ah. Sementara kalau melalui MLM syarat ini tidak terpenuhi . . .Wallahu a’lam.

 

PERTANYAAN LAINNYA:

 Apakah Umrah berulang kali dalam satu perjalanan Umrah itu ada contohnya?

 

________________________________________________________________________________________________

Bagi Anda yang ingin menanyakan beragam hal yang berkaitan dengan persiapan ataupun pelaksanaan ibadah Umrah dan Haji silahkan Anda kirimkan pertanyaan ke :

tanya-jawab@percikanimantours.co.id

Insya Allah Team Pembimbing Ibadah Percikan Iman Tours & Travel akan memberikan jawaban yang tepat dan akurat dari setiap pertanyaan Anda.

Terima Kasih, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Share This :

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kami siap membantu anda !

×