Tertambat Hati di Masjid Quba

SERUNYA UMRAH LIBURAN AKHIR TAHUN | PROGRAM UMRAH 2015

Masjid Quba Madinah
Iringan jama’ah mengalir tiada henti di pagi itu. Meskipun dering rayuan para pedagang yang menjajakan kilauan warna manis kurma terbaik di sepanjang jalan menuju masjid saling bersahutan, namun tak membuat luntur semangat untuk sesegera mungkin menuju tempat sujud. Tak satupun wajah yang berpaling, dengan khusyu berjalan menuju pintu utama Masjid. Semakin mendekati masjid, semakin ramai dan serasa semakin padat. Berdesakan dengan ratusan jamaah dari beragam suku bangsa untuk menunaikan satu niat sebagai titah dari Baginda Rasulullah Saw, untuk melaksanakan shalat sunnah di Masjid yang paling awal dibangun Rasulullah Saw. Masjid yang senantiasa dikunjungi Nabi Saw setiap minggunya berjarak sekitar lima kilometer di sebelah tenggara Kota Madinah. Masjid nan indah dan teramat istimewa karena disinilah Rasul Saw berserta para sahabat melaksanakan shalat berjama’ah untuk yang pertama kalinya. Masjid yang akan terkenang sepanjang masa, ialah Masjid Quba.

Quba ramai

Jama’ah memadati Masjid Quba – Madinah

Mungkin banyak yang menduga bahwa masjid yang pertama kali didirikan oleh Rasulullah Saw adalah Masjid Nabawi, padahal dalam sejarahnya Masjid Quba lah yang pertama dibangun Rasulullah SAW sebelum beliau tiba di Madinah saat hijrah. Masjid Quba dibangun pada awal peradaban Islam. Tepatnya, 8 Rabiul Awal pada 1 Hijriyah. Lokasinya berada di sebelah tenggara Kota Madinah, lima kilometer di luarnya.

Dulu, masjid ini dibangun dengan bahan yang sangat sederhana. Seiring berjalannya waktu, renovasi banyak dilakukan Kerajaan Arab Saudi. Masjid ini juga mengalami perluasan. Dalam buku berjudul Sejarah Madinah Munawwarah yang ditulis Dr Muhammad Ilyas Abdul Ghani, dijelaskan masjid ini direnovasi besar-besaran pada 1986. Kala itu, Pemerintah Arab Saudi bahkan mengeluarkan dana hingga 90 juta riyal Saudi untuk memperluas masjid ini yang nantinya bisa menampung 20 ribu jamaah yang mengunjunginya.

Ketika Rasulullah SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah, seorang sahabat beliau ‘Ammar ra. mengusulkan untuk membangun tempat berteduh bagi sang Nabi di kampung Quba yang tadinya hanya terdiri atas hamparan kebun kurma. Kemudian, dikumpulkanlah batu-batu dan disusun menjadi masjid yang sangat sederhana. Meskipun tak seberapa besar, paling tidak bangunan ini bisa menjadi tempat berteduh bagi rombongan Rasulullah. Mereka pun bisa beristirahat kala siang hari dan mendirikan shalat dengan tenang.

Rasulullah SAW meletakkan batu pertama tepat di kiblatnya dan ikut menyusun batu-batu selanjutnya hingga bisa menjadi pondasi dan dinding masjid. Rasullullah SAW dibantu para sahabat dan kaum Muslim yang lain. Pada awal pembangunannya yang dibangun dengan tangan Rasulullah sendiri masjid ini berdiri di atas kebun kurma. Luas kebun kurmanya kala itu 5.000 meter persegi dan masjidnya baru sekitar 1.200 meter persegi. Rasulullah sendiri pula yang mengonsep desain dan model masjidnya. Meskipun sangat sederhana, Masjid Quba boleh dianggap sebagai contoh bentuk masjid-masjid selanjutnya. Bangunan yang sangat sederhana kala itu sudah memenuhi syarat-syarat yang perlu untuk pendirian masjid.

haji khusus qubaPembangunan masjid ini di angkat Allah Swt dalam firman-Nya di surat At-Taubah ayat 108. Masjid Quba inilah yang disebut dalam kitab suci Alquran sebagai masjid yang dibangun atas dasar takwa, ‘’… Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.’’

Rasulullah SAW juga sangat mencintai masjid ini. Beliau sering menyempatkan diri untuk berkunjung dan shalat di Masjid Quba. Dalam sebuah riwayat dikabarkan, Nabi Muhammad SAW mengunjungi masjid ini dengan menunggang unta atau berjalan kaki.

Setiap jamaah umrah maupun haji tidak akan melewatkan kunjungan ke masjid ini karena dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa, Barang siapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, dan shalat di dalamnya, maka ia mendapatkan pahala Umrah”. (HR Ibnu Majah)

quba-in-madinah-2Shalat dua rakaat pun sudah ditunaikan, saatnya menelusuri keindahan di luar masjid. Saat ini Masjid Quba memiliki empat menara setinggi 47 meter yang mengapit di keempat sisinya dan dilengkapi dengan  56 kubah kecil yang berdiameter enam meter dan enam kubah besar yang masing-masing berdiameter 12 meter. Masjid yang didominasi warna putih  ini memiliki luas 135 ribu meter persegi. Di sisi selatan, terdapat galeri terbuka dengan deretan tiang-tiang, sedangkan sebelah utara terdapat dua serambi bertiang.

Sambil menikmati udara pagi yang masih segar, para jamaah tidak menyia-nyiakan waktu untuk berphoto di sudut-sudut masjid. Ada juga yang sekedar duduk-duduk di kursi taman sambil bercengkrama dengan teman serombongannya. Ciiiiiis!, terdengar di salah satu sudut serombongan jamaah umrah asal Indonesia yang sedang di photo bareng.

Tiba waktunya meninggalkan Masjid Quba ini, bukan hanya sekedar mengejar pahala umrah yang diinginkan, namun rentetan sejarah indah dan keutamaan yang agung dari masjid ini membuat hati sulit untuk bergegas, tertambat di setiap sudut keindahannya. Semoga bisa kembali mengunjunginya. (/gie)